Menentukan diantara beberapa pilihan yang baik adalah sulit. Tanggal 4 dan 5 Mei 2013 ada pelantikan pengurus Komunitas SuksesMulia (KSM) se-Indonesia. Saya sangat ingin datang ke acara ini. Di sisi lain, tanggal 5 Mei 2013 FLP Bekasi mengadakan Open House dan Workshop Menulis Komedi bersama Bang Baim Lebon. Pasti tau dong siapa doi? Yap, penulis novel yang diangkat ke layar kaca, LUPUS. Yang seangkatan dengan saya pasti hafal banget filmnya. (Beuuh! Berasa nenek-nenek jadinya... :D) Lalu, keponakan saya akan UN tanggal 6-8 Mei 2013. Galau lah saya... Pasalnya, kalau saya ikut acara KSM dua hari full day, yang berarti saya tidak bisa menemani keponakan saya belajar. Biasanya kami belajar agak banyak di weekend dan saya juga tidak bisa hadir di Open House FLP Bekasi. Open House diadakan setahun sekali sebagai penjaringan calon pramuda.
Hidup Adalah Pilihan
Pemimpin
Entah apa alasan ketua memasukkan saya sebagai pengurus. Saya mendapat amanah di bagian kaderisasi. Saya sudah bilang bahwa kemampuan saya masih jauh dibanding dengan teman-teman. Tapi ya sudah, jika memang begitu keputusannya, saya akan berusaha seoptimal mungkin.
Beruntung saya mendapat partner yang klop dan mudah diajak kerja sama. Saya bersama Tia ditugaskan membuat kelas peminatan sesuai petunjuknya. Tidak sulit memang, apalagi mentornya sudah jelas. Ketika kelas sudah berjalan baik, saya dan Tia hanya memantau. Sebagai bagian dari tugas ini, kami harus membuat grup online di facebook. Jujur saja, kesibukan masing-masing anggota dan mentor tidak memungkinkan kelas selalu offline alias tatap muka. Mungkin hanya beberapa kali dalam sebulan atau sesuai kesepakatan bersama.
Kelas yang dibuat antara lain; novel, cerpen, skenario, artikel, jurnalistik, travel writing & photography, non fiksi. Karena request beberapa teman agar dibuka juga kelas penerjemah, saya dan Tia membuka kelas tersebut. Kami sempat bercerita tentang hal ini kepada ketua, namun low respon. Masih dipertimbangkan katanya. Maksudnya baik, ia tak ingin kelas yang dibuka mampet di tengah jalan. Ya, kami berdua membuka kelas tanpa persetujuan ketua.
Selang beberapa hari kemudian, saya mendapat teguran. Teguran yang diberikan secara pribadi, karena Haden sebagai ketua, juga tidak ingin mentor dan teman-teman di kelas penerjemah tersinggung. Ia hanya bilang, "Lain kali apapun harus ijin dengan pemimpin (ketua maksudnya). Itulah adabnya. Karena semua ada pertimbangannya dan ada pertanggungjawabannya."
Bukan maksud hati mengabaikan posisi ketua, hanya terlalu excited dan ingin menyediakan "tempat" sesuai kebutuhan teman-teman.
Saya pun meminta maaf dan mengakui kesalahan saya.
Kekuatan Doa Ibu
Tidak Ada Sesuatu yang Kebetulan
Beberapa hari sejak BM itu, seorang teman WO menanyakan apakah saya mau majalah UMMI juga? Ia akan membeli dua jika saya mau. Spontan saja saya mengiyakan, padahal saya tidak tahu bagaimana caranya bertemu dan menyerahkan tugas tersebut kepada Pak Ali. Selasa pagi, 9 April 2013, saya membaca di TL @pakarseo bahwa beliau akan mengisi sharing bisnis dengan tema @ClickDulu @BaruBrick di RUMU Tebet Rabu malam.
Segera saja saya ajak Miraa, teman WO saya tersebut, untuk mengikuti acara tersebut. Gayung pun bersambut, Miraa setuju untuk hadir. Namun saya sama sekali belum terlintas untuk "memamerkan" tugas kliping saya kepada Pak Ali di sana. Saya "hanya" ingin belajar @ClickDulu @BaruBrick.
Ayam Ayame
Isak tangis Sella masih terdengar di sudut kamar. Ia nampak sedih sekali dan matanya pun bengkak. Dari pagi hingga malam hari tangisnya timbul tenggelam. Hayooo coba tebak, apakah yang membuatnya sedemikian sedihnya? Dimarahin ibunya? Bukan tuh. Kehilangan mainan? Hhm, hampir tepat. Mau tahu ceritanya? Apa mau tahu banget? Hehe. Yuk yuk, sila baca cerita saya berikut ini....
Rantai Gajah
Sahabat, fenomena di atas memperlihatkan kepada kita bahwa rantai besi yang awalnya terikat pada kaki gajah tersebut bukanlah hilang, tapi tetaplah ada dalam pikiran si gajah. Persepsi masih adanya rantai gajah melekat kuat dalam pikiran gajah sehingga rasa sakit karena berusaha melepaskan diri dari rantai gajah membuat gajah mudah menyerah dan enggan berusaha untuk membebaskan diri, walaupun saat ini ia memiliki kesempatan untuk bebas karena rantainya sudah diganti. Dia "kehilangan" kemampuannya berjalan lebih dari 40 km per hari dan kemampuan lainnya.
Ternyata fenomena rantai gajah ini, berlaku juga bagi manusia. Banyak sekali orang yang memiliki rantai gajah dalam pikirannya dan terpenjara oleh persepsi yang dimunculkannya sendiri yang belum tentu kebenarannya. Orang yang masih memiliki rantai gajah dalam pikirannya adalah orang yang menunda atau membatalkan tindakannya sendiri karena persepsi negatif tentang dirinya yang dianggapnya benar. Contohnya, "Saya sudah tua", "Saya kan orang miskin", "Saya bodoh" dan persepsi negatif lainnya.Sahabat, seringkali ketakutan yang ada dipikiran kita justru tidak pernah terjadi. Banyak sekali orang di dunia ini gagal dalam mendapatkan kesuksesannya karena rantai gajah yang bersemayam dalam pikirannya. Semoga kita semua mampu membuang rantai gajah kita.
Selamat Ya Umur Kamu 29 Tahun
Saya ingin berbagi cerita yang membuat saya senyum-senyum sendiri. Eits, jangan mikir aneh-aneh loh ya! Saya masih sehat lahir batin, alhamdulillaah...cuma ada cerita lucu nih.
Begini ceritanya....
Saya mempunyai seorang teman, namanya Icha. Tanggal 28 Februari kemarin, Icha ulang tahun. Icha menjadi guru pendamping Yoga, anak autis yang bersekolah di sekolah umum. Sekarang Yoga duduk di kelas 12. Salah satu syarat anak autis dapat bersekolah di sekolah umum adalah dengan memiliki guru pendamping.
Salah satu keistimewaan anak autis adalah dalam hal berbahasa. Biasanya, anak autis (ketika sudah pandai berkomunikasi) akan berbicara dengan bahasa yang baku. Coba tebak apa yang Yoga ucapkan saat Icha ulang tahun? Hehehe, sumpah bikin sakit perut deh! Ucapan selamat "tabu" ulang tahun.
"Ibu Icha, selamat ulang tahun yaaa.... Selamat ya, sekarang umur kamu 29 tahun. Tahun 2014, umur kamu 30 tahun."
Hadoooh...gak tau deh gimana ekspresinya Icha. Kayak kepiting rebus kali yak, merah matang. Dan Yoga mengucapkannya saat di kelas. Wew... :D :D :D
Konon katanya sih, ada dua pertanyaan yang "tabu" diajukan kepada perempuan. Pertama, berapa usianya? Kedua, berapa berat (badan) nya? Apalagi secara to the point, ada orang yang "mendeklarasikan" hal "tabu" tersebut di tempat umum itu bikin malu banget. Bagaimana menurutmu? *perempuan only* Tabu tidak?






